Analoginya Kayak Milih Tempat Tinggal
Bikin website itu butuh tempat buat naruh file (gambar, teks, kode). Tempat itu namanya Hosting. Nah, kalau kamu liat di internet, jenis hosting itu ada banyak banget. Yang paling sering bikin bingung adalah milih antara Shared Hosting dan Cloud Hosting (VPS).
Biar gampang, mari kita ibaratkan server ini kayak tempat tinggal.
Shared Hosting: Ibarat Tinggal di Kos-kosan
Sesuai namanya, shared artinya berbagi. Di sini, websitemu bakal tinggal di satu "komputer" besar barengan sama ratusan website punya orang lain.
- Plus: Harganya murah banget! Paling bersahabat buat kantong pemula. Udah ada yang ngurusin kebersihan (maintenance), kamu tinggal pakai aja.
- Minus: Karena berbagi kamar mandi dan dapur, kalau tetangga kamar (website orang lain) lagi bikin pesta gede-gedean dan makan resource server, websitemu bisa ikutan lola (lemot) gara-gara kehabisan resource.
Cloud VPS: Ibarat Sewa Apartemen Pribadi
Kalau di Cloud Hosting, meskipun kamu ada di gedung yang sama, ruangannya beneran dipisah dan diisolasi khusus buat kamu.
- Plus: Dapur dan ruang tamumu nggak bakal diganggu orang. Websitemu bakal jauh lebih cepat, stabil, dan bisa nampung pengunjung yang membludak.
- Minus: Harganya lebih premium. Terus, kamu dituntut buat ngerti sedikit soal server management (kecuali kamu nyewa layanan managed cloud atau minta tolong ke ND Labs!).
Jadi pilih mana? Kalau website kamu cuma portofolio iseng atau toko kecil yang pengunjungnya baru puluhan, Shared Hosting udah cukup. Tapi kalau bisnismu udah jalan, punya sistem database pelanggan, dan trafiknya ratusan per hari, jangan ragu buat upgrade ke Cloud!
