Tergiur Harga Murah Nggak Masuk Akal
Bikin website toko online full fitur cuma "Rp 300 Ribu, Sehari Jadi"? Wah, tahan dulu dompetnya.
Banyak banget kasus klien yang curhat ke kami karena trauma dikecewakan developer freelance abal-abal. Uang DP udah ditransfer, eh orangnya ngilang di-block kontaknya. Atau, websitenya emang jadi, tapi lemotnya minta ampun dan isinya cuma template bajakan yang rentan kena virus.
Perhatikan 'Red Flags' Ini
Biar kamu nggak jadi korban selanjutnya, perhatiin tanda-tanda bahaya ini pas lagi nyari jasa pembuat website:
1. Portofolionya Nggak Jelas
Coba minta link website yang pernah mereka kerjain. Kalau dia cuma ngasih screenshot buram, patut curiga. Cek juga apakah website portofolio itu beneran nyantumin nama agensi mereka di bagian bawah (footer).
2. Nggak Mau Ngasih Akses Domain/Hosting
Ini trik kotor paling sering dipakai. Domain (nama websitemu) didaftarin pakai email pribadi si pembuat. Begitu tahun depan kamu mau perpanjang atau pindah layanan, dia bakal nyandera domain kamu dan minta tebusan harga yang gila-gilaan. Pastikan dari awal ada perjanjian tertulis bahwa hak milik aset diserahkan sepenuhnya ke kamu.
3. Nggak Ada Maintenance atau Garansi
Website itu bukan barang cetakan yang sekali jadi beres. Website butuh perbaikan bug, update sistem keamanan, dll. Jasa yang profesional (seperti ND Labs) pasti ngasih garansi maintenance gratis minimal sebulan setelah website diluncurkan.
Tetap waspada, lebih baik keluar budget sedikit lebih tinggi tapi beres dan aman, daripada murah tapi bikin darah tinggi!
