Kisah Sedih yang Sering Terjadi
"Mas, website toko saya blank putih! Padahal kemarin baru nambahin 200 produk baru. Bisa dibalikin nggak?"
Sebagai penyedia layanan IT, kami sedih banget kalau denger curhatan kayak gini, apalagi kalau si klien ternyata nggak pernah sekalipun ngelakuin backup (cadangan data). Mau nggak mau, semua kerja keras nginput data harus diulang dari nol.
Server itu buatan manusia, bisa aja tiba-tiba mati lampu, kebanjiran, atau salah ketik command yang berujung kehapusnya isi database.
Jangan Taruh Semua Telur di Satu Keranjang
Prinsip backup yang baik adalah jangan simpan file backup di server yang sama dengan websitenya.
Bayangin kalau gedung servernya kebakaran, ya file web sama file cadangannya ikutan angus dong. Gunakan sistem remote backup. Kirim file cadangan secara otomatis (misal setiap jam 2 pagi) ke layanan cloud eksternal seperti Google Drive, AWS S3, atau server beda benua.
Otomatisasi Adalah Kunci
Jangan ngandelin ingatan buat backup manual tiap akhir pekan. Sifat manusia itu pelupa dan gampang males. Setel script otomatis di Control Panel atau sistem backend-mu. Biarkan robot yang kerja mengamankan datamu saat kamu tidur pulas.
Biaya nyewa tempat backup itu nggak seberapa dibandingin pusingnya kehilangan data transaksi pelanggan setahun terakhir!
